HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DURASI PEMBERIAN ASI, DAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS WONOREJO SAMARINDA

Detail Cantuman

Text

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DURASI PEMBERIAN ASI, DAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS WONOREJO SAMARINDA

XML

Balita yang berusia 12-36 bulan sangat rentan mengalami stunting. Kualitas dari
asupan gizi seperti kurangnya zat gizi makro maupun mikro sangat mempengaruhi
kejadian stunting pada usia tersebut. Masalah stunting harus segera ditangani
secara serius karena anak yang berusia di bawah dua tahun yang mengalami
stunting memiliki tingkat kecerdasan yang tidak optimal dan anak lebih rentan
mengalami penyakit infeksi di masa mendatang. Tujuan penelitian ini yaitu
diketahui hubungan pemberian ASI eksklusif, durasi pemberian ASI, dan
keragaman konsumsi pangan balita, dengan kejadian stunting pada balita di
wilayah Puskesmas Wonorejo Samarinda. Metode yaitu kuantitatif strategi
observasi analitik dengan pendekatan case control study. Populasi pada penelitian
ini balita dengan total sebanyak 554 balita. Sedangkan balita stunting sebanyak
67 anak. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini yaitu perbandingan 1:1 (1
Kasus: 1 Kontrol) sehingga total sampel 134 balita. Analisis menggunakan uji chi
square dan analisis multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian
menunjukkan cakupan ASI eksklusif pada balita di wilayah kerja Puskesmas
Wonorejo Samarinda menunjukkan bahwa sebanyak 79,1% dari kelompok kontrol
menerima ASI eksklusif, sementara pada kelompok kasus hanya 68,7%, cakupan
durasi pemberian ASI ≥ 6 bulan ditemukan lebih tinggi pada kelompok kontrol
(79,1%) dibandingkan kelompok kasus (70,1%), cakupan keragaman pangan
balita pada kelompok kontrol memiliki tingkat keragaman pangan yang cukup
(77,6%), sedangkan pada kelompok kasus hanya 25,4% yang memiliki pola
makan yang beragam, cakupan balita terdapat 50% dari sampel mengalami
stunting, Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif
dengan kejadian stunting (p-value = 0,021), Terdapat hubungan yang signifikan
antara durasi pemberian ASI < 6 bulan berhubungan dengan kejadian stunting (p
value = 0,031), Terdapat hubungan yang signifikan antara keragaman konsumsi
pangan balita dengan kejadian stunting balita dengan (p-value = 0,000).
Kesimpulan berdasarkan analisis regresi logistik, variabel yang paling dominan
dalam kejadian stunting adalah keragaman konsumsi pangan (OR = 10.003).
Diharapkan dapat mengintegrasikan program penurunan stunting dengan program
kesehatan ibu dan anak di tingkat puskesmas agar intervensi lebih efektif.


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
SHOFA NUR AULIA - Personal Name
Student ID
220712006
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
15102
Edisi
Published
Departement
KEBIDANAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
THE 25.MK.003 SHO h
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


Gugus Pencarian


Membuat gugus pencarian ...