ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI PERDARAHAN POST PARTUM DI WILAYAH MAKASSAR

Detail Cantuman

Text

ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI PERDARAHAN POST PARTUM DI WILAYAH MAKASSAR

XML

Latar Belakang: Perdarahan post partum merupakan keadaan darurat obstetrik
yang terjadi setelah persalinan pervaginam atau seksio sesarea. Ibu dengan
perdarahan post partum memberikan dampak lama rawat inap, transfusi darah,
sindrom Sheehan, kematian, dan komplikasi lainnya. Secara global, perdarahan post
partum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Di negara
berkembang, ini menyumbang lebih dari 30% dari semua kematian ibu. Penilaian
faktor risiko perdarahan post partum harus dilakukan selama periode antenatal,
intrapartum dan post partum untuk pencegahan tepat waktu morbiditas dan
mortalitas ibu terkait dengan perdarahan post partum. Tujuan Penelitian:
Menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi perdarahan post partum di Wilayah
Makassar.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain case control study dengan
menggunakan pendekatan retrospectif. Rancangan ini di gunakan melihat
kebelakang tentang suatu kejadian yang berhubungan dengan kejadian yang diteliti.
Atau dengan kata lain untuk melihat efek (perdarahan post partum) pada saat ini ,
kemudian faktor risiko ( Anemia ibu Hamil) dengan menggunakan data pada waktu
yang lalu. Populasi dalam penelitian ibu post partum dan sampel adalah ibuyang
mengalami perdarahan post partum, Teknik pengambilan sampel secara total
sampling dengan jumlah sampel 77 kasus dan 77 kontrol sehingga total sampel 154
responden. Uji statistic dengn Odds Ratio dan uji Mann Whitney
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistic odds Ratio dengan nilai 5,09 oleh
karena itu ibu hamil yang anemia berisiko 5,09 kali lebih besar mengalami
perdarahan post partum jika di bandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, nilai
OR 10, 625 berarti ada risiko Riwayat persalinan terhadap perdarahan post partum,
sedangkan dalam uji statistic Mann Whitney dengan nila p 0,000, berarti ada
perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus dan kelompok control,berarti
kelompok kasus lebih besar risiko untuk mengalami perdarahan post partum di
bandingkan dengan kelompok control. sehingg dapat di simpulkan bahwa anemia
merupakan faktor risiko terhadap perdarahan post partum.
Kesimpulan: Pendidikan, paritas, Riwayat persalinan, anemia merupakan factor
risiko terhadap perdarahan post partum, umur, merupakan bukan factor risiko
terhadap perdarahan post partum dan pekerjaan merupakan factor protektif
terhadap perdarahan post partum
Saran: Di harapkan kepada klien agar dapat mencari informasi secara formal dan
informal untuk mencegah perdarahan post partum, kepada tenaga kesehatan agar
selalu memberikan edukasi tentang pencegahan post partum, Di kepada dinas
kesehatan Kota Makassar agar menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dalam
pencegahan perdarahan post partum.


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
SYAMSURIYATI - Personal Name
Student ID
201720011
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
15102
Edisi
Published
Departement
KEBIDANAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
THE 24.MK.008 SYA a
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


Gugus Pencarian


Membuat gugus pencarian ...