PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH KONSUMSI KACANG HIJAU PADA MAHASISWI TEKNOLOGI BANK DARAH STIKES GUNA BANGSA YOGYAKARTA

Detail Cantuman

Text

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH KONSUMSI KACANG HIJAU PADA MAHASISWI TEKNOLOGI BANK DARAH STIKES GUNA BANGSA YOGYAKARTA

XML

Hemoglobin (Hb) berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke
seluruh jaringan tubuh serta membawa kembali karbon dioksida menuju paru-paru
untuk dikeluarkan. Kadar hemoglobin yang berada di bawah batas normal dikenal
sebagai anemia, kondisi yang kerap dialami perempuan usia produktif, termasuk
kalangan mahasiswi. Salah satu faktor utama penyebab anemia adalah defisiensi zat besi
yang dipicu oleh menstruasi, pola konsumsi yang kurang seimbang, serta kebiasaan
mengonsumsi minuman penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi. Kacang
hijau merupakan sumber zat besi, vitamin C, protein, serta berbagai nutrisi lain yang
berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sehingga berpotensi
meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan
kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian kacang hijau pada mahasiswi
Program Studi Teknologi Bank Darah STIKes Guna Bangsa Yogyakarta. Desain
penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group prepost

test. Sampel terdiri dari 29 mahasiswi yang ditentukan melalui teknik purposive
sampling. Intervensi diberikan berupa konsumsi bubur kacang hijau sebanyak 250 cc
setiap pagi selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan
menggunakan Hb meter sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian
memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata kadar hemoglobin dari 11,27 g/dL
menjadi 13,18 g/dL setelah intervensi. Uji statistik menggunakan paired T-test
menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan
terdapat perbedaan bermakna antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi
kacang hijau. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi bubur
kacang hijau selama tujuh hari mampu meningkatkan kadar hemoglobin secara
signifikan. Dengan demikian, kacang hijau dapat dipertimbangkan sebagai alternatif
alami yang efektif dalam upaya pencegahan maupun penanganan anemia pada
perempuan usia produktif.


Detail Information

Item Type
Karya Tulis Ilmiah
Penulis
MARIA REGINA SEPE - Personal Name
Student ID
220611026
Dosen Pembimbing
Arif Tirtana, S.Kep., Ns., M.Sc - - Dosen Pembimbing 1
Gravinda Widyaswara, S.Si., M.Sc - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
11412
Edisi
Published
Departement
D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
KTI 25.TD.013 MAR P
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail