Text
ASUHAN KEPERAWATAN SDR E DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN PADA GANGGUAN MENTAL ORGANIK DI WISMA LILY 19 RS SOEROJO MAGELANG
XMLLatar Belakang: Gangguan mental organik adalah gangguan yang berkaitan
dengan penyakit atau kondisi sistemik yang mempengaruhi otak, yang dapat
didiagnosis secara terpisah. Epilepsi adalah salah satu gangguan susunan saraf pusat
yang terjadi karena pelepasan neuron pada corteks cerebri yang mengakibatkan
penurunan kesadaran, perubahan fungsi motorik dan sensorik, perilaku emosional
yang intermiten stereotipik. Kejang Epilepsi juga berpotensi mengakibatkan cidera
fisik, dan penurunan kesadaran, Kejang Epilepsi secara fisiologis akan
mempengaruhi kerja otak terutama di cortec cerebri, susunan saraf pusat dan
neurotransmiter, dan respon di lobus temporalis akan mempengaruhi perilaku
terutama peningkatan emosi dan agresif. Di negara berkembang 61-124 per 100.000
per tahun, prevalensi di indonesia 8,2 per 1000 penduduk, dan 7%-12% pasien
epilepsi meningkat 5-8 kali risiko psikotik. Menurut data rekam medik Rawat Inap
RS Soerojo dari juli sampai desember 2024 terdapat 6482 jiwa, dengan skizofrenia
80 % GMO 20 %, sedangkan di wisma lily 19 tercatat jumlah pasien jiwa yang
dirawat dari bulan April sampai juni 2025 sebanyak 172 pasien dengan 65 % GMO,
15 % skizofrenia, 20 % dengan epilepsi. Risiko perilaku kekerasan pada penderita
epilepsi biasanya reaktif, tidak terarah dan singkat, dan respon agresif yang sering
kali merupakan respon otomatis terhadap disorientasi, kebingungan atau rasa takut
yang dialami selama atau setelah kejang. Tindakkan ini biasanya tidak memiliki
tujuan yang terencana, perilaku agresif dengan mendorong, memukul, atau
menendang. Berbeda dengan risiko perilaku kekerasan yang terjadi pada
skizofrenia dan psikotik lainnya, berbeda dari sifat, pemicu agresifnya dan tipe
agresifnya. Dengan perbedaan karakter agresif pada epilepsi dan skizofrenia, maka
penangganan risiko perilaku kekerasan memiliki pendekantan masing-masing yang
harus di pahami perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, Jika tidak di atasi
GMO dengan epilepsi akan mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan pasien.
Tujuan: Menerapkan metode asuhan keperawatan pada Sdr. E dengan Risiko
Perilaku Kekerasan pada Gangguan mental organik di Wisma Lily 19 RS Soerojo
Magelang.
Metode:mengunakan metode studi kasus, dengan wawancara, observasi dan studi
rekam medis dalam proses keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa
keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi.
Hasil : Diagnosa yang di dapatkan setelah melakukan pengkajian dengan pasien
ada risiko perilaku kekerasan, keputusasaan, risiko cidera. Intervensi berfokus pada
pemicu terjadinya kejang epilepsi yang akan mempengaruhi perilaku agresif ( RPK)
pada pasien, dengan intervensi Manajemen lingkungan yang baik akan mengurangi
stimulus terjadinya kejang dan perubahan perilaku agresif.
Detail Information
| Item Type |
Karya Tulis Ilmiah
|
|---|---|
| Penulis |
APRI MUSFIROH - Personal Name
|
| Student ID |
240411060
|
| Dosen Pembimbing |
Rista Islamarida, S.Kep., Ns., M.Kep - - Dosen Pembimbing 1
|
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
14901
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
PROFESI NERS
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
KIA 25.NS.034 APR a
|
| Copyright |
STIKES Guna Bangsa
|
| Doi |







