ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG TERATAI RSUD WONOSARI GUNUNG KIDUL

Detail Cantuman

Text

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG TERATAI RSUD WONOSARI GUNUNG KIDUL

XML

Latar Belakang: Stroke adalah penyebab kematian ketiga paling umum di seluruh dunia
setelah kanker, penyakit jantung koroner, dan stroke. Stroke adalah gangguan neourologis
yang menyebabkan gangguan aliran darah di otak yang menyebabkan kematian sel-sel
saraf. Kasus stroke nonhemoragik di Indonesia paling sering terdiagnosis oleh tenaga
kesehatan di kelompok usia lebih dari 75 tahun, atau 43,1% dari semua kasus (Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan). Berdasarkan data Buku Register bulan
Desember tahun 2024 di Ruang Rawat Inap Teratai terdapat hasil pengkajian yaitu 12
pasien rawat inap dengan diagnosa stroke nonhemoragik.
Tujuan: Untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan Stroke nonhemoragik
Metode: Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data meliputi wawancara
observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis.
Hasil: Berdasarkan hasil studi kasus pada Tn. R, 68 thn, dengan diagnosa medis stroke
non-hemoragik di Ruang Teratai RSUD Wonosari didapatkan diagnosa keperawatan
meliputi: penurunan kapasitas adaptasi intrakranial yang berhubungan dengan edema
serebral, gangguan mobilitas fisik yang disebabkan oleh menurunnya kekuatan otot, serta
risiko jatuh yang berkaitan dengan melemahnya kekuatan otot. Adapun Implementasi yang
diberikan meliputi pemberian asuhan keperawatan sesuai diagnosa keperawatan yang
muncul, antara lain manajemen peningkatan tekanan intrakranial, pemberian terapi
intravena, dan dukungan mobilisasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut
dengan pemantauan tanda vital dan status neurologis secara berkala. Hasil pelaksanaan
menunjukkan adanya perbaikan status neurologis, peningkatan respons kesadaran,
stabilisasi tanda vital, serta keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien.
Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik melalui
manajemen peningkatan tekanan intrakranial, pemberian terapi intravena, dan dukungan
mobilisasi selama tiga hari menunjukkan adanya perbaikan status neurologis dan stabilisasi
tanda vital. Evaluasi akhir menunjukkan ketiga diagnosa keperawatan yang muncul, yaitu
penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan mobilitas fisik, dan risiko jatuh, teratasi
sebagian.


Detail Information

Item Type
Karya Tulis Ilmiah
Penulis
NAFIS LULU HIDAYAH - Personal Name
Student ID
240411021
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
14901
Edisi
Published
Departement
PROFESI NERS
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
KIA 25.NS.043 NAF a
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail