Text
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. E DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG SADEWA RSJD Dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH
XMLLatar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan masalah keperawatan yang
sering dijumpai pada pasien skizofrenia, terutama pada fase akut dan residual.
Perilaku agresif, halusinasi, serta ketidakpatuhan minum obat menjadi faktor
pencetus kekambuhan dan rawat ulang. Tn. E adalah pasien laki-laki dewasa
dengan diagnosis medis F20.3 (Skizofrenia tak terinci) yang menunjukkan gejala
memecahkan kaca rumah warga, mengamuk, mendengar suara bisikan, serta
memiliki riwayat putus obat. Kondisi ini memerlukan intervensi keperawatan
komprehensif yang mencakup pengendalian emosi, manajemen halusinasi, dan
peningkatan kepatuhan terapi.
Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada Tn. E dengan risiko perilaku
kekerasan di Ruang Sadewa RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Provinsi Jawa
Tengah, yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi,
dan evaluasi.
Metode: Rancangan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang
meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Subjek penelitian adalah satu pasien sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan
melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen rekam
medis. Intervensi mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI,
2023) dan disesuaikan dengan kondisi klien.
Hasil: Tiga diagnosa keperawatan utama adalah Risiko Perilaku Kekerasan
(D.0146), Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran (D.0085), dan
Ketidakpatuhan terhadap Program Terapi (D.0114). Intervensi difokuskan pada
teknik relaksasi napas dalam, teknik menghardik, serta edukasi sederhana
kepatuhan minum obat. Implementasi dilakukan selama tiga pertemuan dengan
metode modular dan chunking. Evaluasi menunjukkan dua masalah teratasi,
sedangkan halusinasi memerlukan intervensi lanjutan.
Kesimpulan: Asuhan keperawatan risiko perilaku kekerasan memerlukan
pendekatan bertahap, konsisten, dan melibatkan keluarga. Halusinasi memerlukan
strategi rehabilitatif lanjutan, sedangkan ketidakpatuhan terapi perlu edukasi
berkesinambungan dan pemantauan kepatuhan obat.
Detail Information
| Item Type |
Karya Tulis Ilmiah
|
|---|---|
| Penulis |
TITA YANTI - Personal Name
|
| Student ID |
240411013
|
| Dosen Pembimbing |
Eltanina U. Dewi, S.Kep., Ns., M.Kep - - Dosen Pembimbing 1
|
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
14901
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
PROFESI NERS
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
KIA 25.NS.039 TIT a
|
| Copyright |
STIKES Guna Bangsa
|
| Doi |








