FENOMENA KEJADIAN KEHAMILAN USIA 10-19 TAHUN PADA KELUARGA BERPENGHASILAN RENDAH DI KABUPATEN BOYOLALI

Detail Cantuman

Text

FENOMENA KEJADIAN KEHAMILAN USIA 10-19 TAHUN PADA KELUARGA BERPENGHASILAN RENDAH DI KABUPATEN BOYOLALI

XML

Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat ke-4 di dunia dalam perkawinan anak
mencapai 25,53 juta kasus, sekaligus tertinggi di ASEAN (UNICEF, 2024). Di Pulau Jawa,
Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke-3 dengan tren fluktuatif dari tahun 2018-2023.
Faktor sosial ekonomi dan geografis secara signifikan memengaruhi tingginya Age
Specific Fertility Rate/ASFR di usia remaja. Kabupaten Boyolali merupakan daerah dengan
persentase perkawinan anak yang tinggi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi fenomena kejadian kehamilan usia 10-19 tahun pada keluarga
berpenghasilan rendah di Kabupaten Boyolali.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode mix methods dengan pendekatan
Exploratory Sequential Design. Populasi penelitian adalah seluruh remaja dan ibu muda
usia 10-19 tahun yang mengalami kehamilan di Kabupaten Boyolali. Sampel penelitian
adalah sebagian perempuan usia 10-19 tahun yang sedang hamil atau pernah hamil
sejumlah 20 ibu, dengan triangulasi 20 orangtua, 6 bidan, dan 4 tokoh masyarakat.
Instrumen penelitian untuk data kualitatif menggunakan pedoman wawancara yang telah
dilakukan ekspert judgement, sedangkan data kuantatif menggunakan lembar rekapitulasi
data, buku KIA, dan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis
data pada pendekatan kualitatif menggunakan teknik thematic content analysis. Analisis
data kuantitatif menggunakan analisis univariate dengan distribusi frekuensi.
Hasil: Kehamilan usia 10–19 tahun terjadi baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan,
namun dengan latar belakang yang berbeda. Di perkotaan disebabkan oleh kurangnya
edukasi reproduksi, lemahnya pengawasan orang tua, dan pengaruh media sosial,
sedangkan di pedesaan lebih dipengaruhi oleh norma budaya dan perjodohan. Peran
keluarga di kedua wilayah belum optimal, dan pemanfaatan layanan kesehatan masih
bersifat reaktif. Dampak psikologis ditemukan perbedaan, di perkotaan sebagian besar
terindikasi mengalami gejala depresi, sedangkan di pedesaan, sebagian besar tidak
menunjukkan gejala depresi. Meskipun demikian, sebagian besar ibu hamil memiliki status
gizi normal dan bayi lahir dengan berat badan normal.
Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan memiliki
peran penting dalam memitigasi risiko kesehatan pada kehamilan remaja. Oleh karena itu,
pendekatan edukatif, dukungan emosional, serta layanan kesehatan remaja yang
komprehensif perlu diperkuat untuk mencegah dan menangani kehamilan di usia remaja.


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
LULUK KHUSNUL DWIHESTIE - Personal Name
Student ID
230711030
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
15102
Edisi
Published
Departement
KEBIDANAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
THE 25.MK.019 LUL f
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


Gugus Pencarian


Membuat gugus pencarian ...