Text
EFEKTIFITAS EDUKASI VIDEO INTERAKTIF DIBANDINGKAN DENGAN PENDEKATAN KADER KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU POSTPARTUM MERAWAT TALI PUSAT DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT
XMLLatar Belakang: Infeksi tali pusat masih menjadi penyumbang signifikan terhadap
morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama di wilayah perbatasan. Di Kabupaten
Sanggau, Kalimantan Barat, praktik perawatan tali pusat tradisional yang berisiko masih
umum dilakukan, dengan 85% ibu menerapkan metode tidak steril. Diperlukan pendekatan
edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik perawatan tali pusat
yang benar.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain RCT open-label pada ibu hamil
trimester III (>37 minggu) dengan total sampling 43 sampel yang kemudian mengalami
drop out 1 orang karena bayi IUFD, sehingga tersisa 42 sampel yang dibagi menjadi
kelompok kader (n=22) dan kelompok video (n=21). Sampel distratifikasi berdasarkan
pendidikan dan paritas sebelum randomisasi menggunakan Excel RAND function.
Kelompok video mendapat edukasi melalui video interaktif tervalidasi, sedangkan
kelompok kader mendapat ceramah dan demonstrasi. Evaluasi pengetahuan, sikap, dan
praktik perawatan tali pusat dilakukan sejak bayi lahir hingga tali pusat lepas menggunakan
kuesioner dan lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data
menggunakan uji Mann-Whitney U, chi square, dan regresi logistik ganda.
Hasil: Karakteristik responden homogen antara kedua kelompok (p>0,05). Pendidikan
tidak berhubungan dengan metode edukasi (p=1,000) namun konsisten dengan ketiga
dimensi perilaku, sehingga dimasukkan sebagai effect modifier. Edukasi video interaktif
signifikan lebih efektif meningkatkan pengetahuan postpartum dibandingkan pendekatan
kader (p=0,015; OR=13,6). Tidak ada perbedaan signifikan pada sikap dan praktik, dengan
kelompok kader sedikit lebih unggul dalam praktik (p=0,089). Analisis multivariat
menunjukkan tidak ada efek interaksi antara edukasi dan pendidikan (p=0,999). Model final
menunjukkan edukasi berpengaruh signifikan (p=0,025) dan pendidikan berpengaruh
marginal (p=0,054), keduanya bekerja independen dengan akurasi prediksi 81,0%.
Simpulan: Tidak ada metode edukasi tunggal yang superior untuk semua aspek
perubahan perilaku. Video interaktif efektif untuk peningkatan pengetahuan, namun
pendekatan kader lebih baik untuk praktik. Konteks budaya lokal dan tingkat pendidikan
mempengaruhi keberhasilan intervensi. Kombinasi kedua metode dapat menjadi strategi
optimal untuk meningkatkan perilaku perawatan tali pusat secara komprehensif di wilayah
perbatasan.
Detail Information
| Item Type |
Thesis
|
|---|---|
| Penulis |
YUYUN YUNIARTI - Personal Name
|
| Student ID |
230711026
|
| Dosen Pembimbing |
dr. Bima Suryantara, Sp.OG (K) - - Dosen Pembimbing 1
Dr. Gunarmi, S.KM., S.Tr.Keb., M.M.Kes - - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji |
Dr. Sumarmi.,S.SiT.,S.Pd.,M.Kes - - Penguji 1
Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, S.Pd.,Ns.,M.Kes - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
15102
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
KEBIDANAN
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
THE 25.MK.012 YUY e
|
| Copyright |
STIKES Guna Bangsa
|
| Doi |







