ANALISIS FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KUNJUNGAN BALITA (12 – 59 BULAN) KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA

Detail Cantuman

Text

ANALISIS FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KUNJUNGAN BALITA (12 – 59 BULAN) KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA

XML

Latar Belakang: Keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu berperan penting terhadap
pemantauan dan perbaikan status gizi balita. Posyandu memiliki tujuan utama untuk
memantau pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi masyarakat, khususnya balita
dan ibu hamil. Partisipasi aktif ibu yang memiliki anak balita diharapkan dapat memastikan
status gizi anak terpantau secara rutin, sehingga masalah gizi dapat dideteksi dan
ditangani sejak dini.
Tujuan: Menganalisis faktor determinan kunjungan balita (12 – 59 bulan) keposyandu di
wilayah kerja puskesmas Arjasa.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh balita diwilayah kerja Puskesmas Arjasa sebanyak 728
orang. Data kuantitatif dikumpulkan dengan cara memberikan kuesioner terstruktur kepada
responden, yaitu ibu-ibu yang memiliki balita di wilayah penelitian. Pengambilan data
kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, seperti kader
posyandu, petugas kesehatan, dan ibu-ibu balita yang terlibat dalam kegiatan posyandu.
Analisis univariat kuantitatif bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi setiap
variabel penelitian. Variabel yang dianalisis meliputi faktor predisposisi (pengetahuan,
sikap, kepercayaan, motivasi, pekerjaan), faktor pemungkin (sarana informasi, jarak), dan
faktor penguat (peran petugas kesehatan, peran kader, peran tokoh masyarakat. Analisis
univariat kualitatif dilakukan dengan cara mengidentifikasi tema-tema awal dari data yang
diperoleh melalui wawancara mendalam.
Hasil: Terdapat pengaruh faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, kepercayaan, motivasi,
pekerjaan) terhadap kunjungan balita (12-59 bulan) keposyandu diwilayah kerja
Puskesmas Arjasa. Terdapat pengaruh faktor pemungkin (sarana informasi dan jarak)
terhadap kunjungan balita (12-59 bulan) keposyandu diwilayah kerja Puskesmas Arjasa.
Terdapat pengaruh faktor penguat (peran petugas kesehatan, peran kader dan tokoh
masyarakat) terhadap kunjungan balita (12- 59 bulan) keposyandu diwilayah kerja
Puskesmas Arjasa. Terdapat faktor yang paling berpengaruh dalam kunjungan balita (12-
59 bulan) keposyandu diwilayah kerja Puskesmas Arjasa.
Kesimpulan: Upaya peningkatan kunjungan balita ke posyandu memerlukan penguatan
faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat secara terpadu. Tenaga kesehatan,
khususnya bidan, perlu lebih rutin melakukan kunjungan rumah untuk memberikan
penyuluhan langsung, memantau kesehatan balita, serta mengingatkan jadwal posyandu
yang disesuaikan dengan aktivitas ibu. Kolaborasi lintas program, seperti gizi, KIA,
promkes, dan pemerintah desa, perlu dioptimalkan untuk mendukung ketersediaan
sarana, akses informasi, dan kualitas pelayanan posyandu, sehingga kunjungan balita
dapat meningkat dan tujuan pemantauan gizi masyarakat tercapai.


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
Student ID
230711001
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
15102
Edisi
Published
Departement
KEBIDANAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
THE 24.MK.016 AND a
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail


Gugus Pencarian


Membuat gugus pencarian ...