HUBUNGAN LAMA TERAPI OBAT DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA BENDAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANISRENGGO

Detail Cantuman

Text

HUBUNGAN LAMA TERAPI OBAT DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA BENDAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANISRENGGO

XML

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang
membutuhkan terapi obat jangka panjang bahkan seumur hidup. Durasi terapi yang
panjang seringkali menimbulkan kejenuhan, meningkatkan risiko stres, serta
berdampak pada keberhasilan pengendalian penyakit. Stres pada pasien DM tidak
hanya mengganggu kualitas hidup, tetapi juga berkontribusi terhadap
ketidakstabilan kadar gula darah melalui peningkatan hormon kortisol yang
menurunkan sensitivitas insulin. Oleh karena itu, penting untuk memahami
keterkaitan antara lama terapi obat dengan tingkat stres agar intervensi keperawatan
dapat difokuskan tidak hanya pada aspek fisik tetapi juga pada kesehatan psikologis
pasien.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama terapi
obat dengan tingkat stres pada pasien diabetes melitus Tipe 2 di wilayah desa
Bendan, Manisrenggo.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 60 pasien yang dipilih
menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan lembar observasi untuk mengetahui lama terapi obat dan
kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21) untuk mengukur tingkat
stres dengan uji reliabilitas 0,93. Data di analisi menggunakan uji korelasi
spearman rank.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara
lama terapi obat dengan tingkat stres pada pasien diabetes melitus Tipe 2 (p value
0,006). Diketahui bahwa mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 41
responden (68,3%), mayoritas kelompok usia berada pada rentan 40-50 tahun
sebanyak 26 responden (43%) dan berdasarkan tingkat pendidikan SMP sebanyak
25 responden (41,7%). Mayoritas lama terapi obat > 5 tahun sebanyak 30 responden
(50%) dan mayoritas tingkat stres yaitu sangat berat 31 responden (51,7%).
Kesimpulan : Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa lama terapi obat memiliki
hubungan terhadap tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Oleh karena
itu, intervensi keperawatan yang berfokus pada manajemen penyakit dan
manajemen stres dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengobatan
pasien


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Student ID
220111018
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
14201
Edisi
Published
Departement
KEPERAWATAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
SKI 25.IK.030 FLO h
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail