<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1463">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR. I DENGAN POST APENDIKTOMI HARI KE-0 DI BANGSAL ANGGREK RSUD WONOSARI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ERLINA PUTRI FEBRILIA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rista Islamarida , S.Kep,Ns., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Perpustakaan Guna Bangsa]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Guna Bangsa Yogyakarta]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2026]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Karya Tulis Ilmiah]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[5]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[STIKES Guna Bangsa]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang : Gaya hidup kurang sehat, khususnya diet rendah serat, menjadi salah 
satu penyebab utama apendisitis (peradangan usus buntu) yang jika tidak segera ditangani 
dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perforasi atau peritonitis. Penatalaksanaan 
utama penyakit ini adalah tindakan pembedahan apendiktomi. Pasca operasi, pasien sering 
menghadapi berbagai masalah keperawatan, terutama nyeri akut dan keterbatasan 
mobilisasi. 
Tujuan : Menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien dengan post 
apendiktomi hari ke-0, meliputi pengkajian, penegakan diagnosa, penyusunan intervensi, 
implementasi, hingga evaluasi keperawatan. 
Metode : Metode yang digunakan adalah case report dilakukan pada 1 pasien dengan cara 
asuhan keperawatan secara komprehensif dari pengkajian sampai evaluasi.
Hasil : Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah nyeri akut berhubungan dengan agen 
cedera fisik (prosedur operasi), gangguan integritas kulit / jaringan berhubungan dengan 
faktor mekanisme, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, Intervensi 
keperawatan yang dilakukan adalah menejemen nyeri, perawatan luka, dan utama 
dukungan mobilisasi, Implementasi keperawatan yang dilakukan pada setiap diagnosa 
adalah: diagnosa pertama nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisisk (prosedur 
operasi) adalah melakukan mengidentifikasi lokasi, karakteristik,durasi, fungsi,kualitas, 
intensitas nyeri, melakukan identifikasi skala nyeri, memberikan obat analgeric. Diagnosa 
ke dua gangguan integritas kulit dan jaringan berhubungan dengan factor mekanis 
melakukan memonitor karakteristik luka, melakukan perawatan luka operasi apendiktomi. 
Diagnosa ketiga gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan nyeri melakukan monitor 
kondisi klien saat melakukan mobilisasi, menganjurkan klien untuk mobilisasi dini (duduk) 
dan memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri. Hasil evaluasi menunjukan adanya 
penurunan skala nyeri, kondisi luka yang bersih/mengecil, serta peningkatan kemampuan 
mobilisasi pasien secara bertahap hingga pasien mampu melakukan aktivitas mandiri.
Kesimpulan: Kerjasama antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat menentukan 
keberhasilan asuhan keperawatan. Pemberian teknik relaksasi dan mobilisasi dini terbukti 
efektif dalam menurunkan skala nyeri dan mempercepat pemulihan kemandirian pasien 
pasca apendiktomi.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[2026]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[PROFESI NERS]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[26.NS.008 ERL a]]></classification><ministry><![CDATA[14901]]></ministry><studentID><![CDATA[240412007]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20260211]]></identifier><departementID><![CDATA[PROFESI NERS]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repositori Guna Bangsa Yogyakarta]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[KIA 26.NS.008 ERL a]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1604" url="" path="/Erlina Putri Febrilia.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR. I DENGAN POST APENDIKTOMI HARI KE-0 DI BANGSAL ANGGREK RSUD WONOSARI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Profesi_Ners.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1463]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2026-04-24 14:20:38]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2026-04-24 14:20:38]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>