PENGARUH BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK AUTIS DAN ADHD DI SLB PGRI KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

Detail Cantuman

Text

PENGARUH BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK AUTIS DAN ADHD DI SLB PGRI KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

XML

Latar Belakang : Anak berkebutuhan khusus semakin lama semakin meningkat
prevalensinya, terutama autis dan ADHD.Anak autis dan ADHD mengalami kerusakan
otak yang menyebabkan anak mempunyai masalah pada motorik halus dimana 80%
anak autis mengalami masalah motorik halus, sedangkan anak ADHD sebesar 40%.
Salah satu upaya meningkatkan motorik halus dengan menyusun kepingan-kepingan
puzzle melibatkan atau berhubungan dengan otot-otot kecil anak, terutama tangan dan
jari-jari tangan.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh bermain puzzle terhadap
perkembangan motorik halus pada anak autis dan ADHD di SLB PGRI Kecamatan
Dlanggu Kabupaten Mojokerto.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasy eksperimen dengan rancangan
posstest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak
Autis dan ADHD di SLB PGRI Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto yang berjumlah
78 anak. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dan meneliti anak Autis dan
ADHD yang berusia 4-6 tahun yang berjumlah masing-masing 18 anak. Instrumen
penelitian menggunakan puzzle, kuesioner, dan KPSP. Analisis data menggunakan uji
paired t test, independent t test, dan two way anova.
Hasil : Hasil analisis Paired T test menunjukkan bahwa pvalue = 0,000 lebih kecil dari
0,05 (p<0,05). Hasil independent T test menunjukkan bahwa pvalue 0,000 (p<0,05).
Hasil uji two way anova menunjukkan bahwa pvalue semua variable luar > 0,05
sehingga tidak ada variabel luar yang mempengaruhi perkembangan motorik
halus secara signifikan, dimana variabel pendidikan, pekerjaan ibu, jumlah
saudara dan pendapatan keluarga hanya mempengaruhi perkembangan motorik
halus sebesar 11,3%.
Kesimpulan : ada perbedaan bermakna pada peningkatan perkembangan motorik halus
sesudah diberikan bermain puzzle antara anak autis dengan anak ADHD. Keluarga
diharapkan untuk melatih anak dengan terapi bermain puzzle yang lebih variatif
sehingga perkembangan motorik halus mengalami peningkatan.
Saran : Puzzle dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media bermain
untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak berkebutuhan khusus.

Kata kunci : autis, ADHD, motorik halus, puzzle, anak berkebutuhan khusus


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
ANITA PRADANA - Personal Name
Student ID
17710017
Dosen Pembimbing
Dr. Esti Nugraheny, S.ST., M.Kes - - Dosen Pembimbing 1
Dr. dr. H.M Any Ashari, Sp.OG(K) - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Published
Departement
KEBIDANAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
THE 20.MK.002 ANI p
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail