Text
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS NUHON KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH
XMLLatar Belakang : Stunting terjadi pada masa balita dapat meningkatkan angka kematian,
kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah serta fungsi tubuh yang
tidak seimbang. Dengan mengetahui faktor-faktor stunting diharapkan dapat menjadi
bukti dan contoh pembelajaran bagi pihak berwenang untuk membuat kebijakan dan
strategi yang tepat dalam penatalaksaan stunting.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian
stunting anak baduta usia 6 – 24 bulan di puskesmas Nuhon Kabupaten Banggai
Provinsi Sulawesi Tengah..
Subjek dan Metode: Rancangan penelitian menggunakan Survey cross sectional
yang merupakan suatu peneltian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktorfaktor
resiko
dengan
efek
pendekatan
atau
pengumpulan
data
sekaligus
pada
suatu
saat yang artinya setiap subyek penelitian diobservasi hanya satu kali saja. Sampel
dalam penelitian ini adalah anak baduta usia 6 – 24 bulan di Puskesmas Nuhon
Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 41 responden. Analisis data
untuk menentukan pengaruh variabel dependen dengan independen menggunakan uji
chi-square.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan responden memiliki pendidikan yang terbanyak adalah
sekolah dasar yakni 20 orang (48,8%), memiliki pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang
terbanyak yakni sebanyak 39 orang (95,1%) dan anak bawah dua tahun sebagian besar
berumur diatas atau sama dengan 12 bulan yakni sebanyak 31 orang (74,6%).
Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai pvalue = 0,033 (pvalue < 0,05), hal ini
menunjukkan ada hubungan yang bermakna pemberian ASI eksklusif, nilai pvalue =
0,019 (pvalue < 0,05), berat badan lahir, nilai pvalue = 0,005 (pvalue < 0,05) pendapatan
keluarga, dan nilai pvalue = 0,012 (pvalue < 0,05), pola asuh orang tua dengan kejadian
stunting pada baduta usia 6 - 24 bulan di puskesmas Nuhon kabupaten Banggai provinsi
Sulawesi Tengah.
Kesimpulan: Responden yang tidak memberikan ASI ekslusif berpeluang 4,275 kali,
berat badan lahir rendah berpeluang 6,462 kali, pendapatan keluarga yang rendah
berpeluang 7,667 kali dan pola asuh orang tua yang tidak baik berpeluang 6,233 kali
responden mengalami kejadian stunting anak baduta usia 6 – 24 bulan di puskesmas
Nuhon Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.
Detail Information
| Item Type |
Thesis
|
|---|---|
| Penulis |
ARIF NURFIANTI - Personal Name
|
| Student ID |
19710003
|
| Dosen Pembimbing |
Dr. dr Siswanto Pabidang, SH, MM - - Dosen Pembimbing 1
Dr. Jamaludin Sakung, S.Pd, MKes - - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
15102
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
KEBIDANAN
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa., 2021 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
THE 21.MK.008 ARI f
|
| Copyright |
STIKES Guna Bangsa
|
| Doi |







