PERBEDAAN KADAR HAEMOGLOBIN DAN LINGKAR LENGAN ATAS PADA IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN BISKUIT DAUN KELOR DI WILAYAH KERJA PKM SINORANG KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH

Detail Cantuman

Text

PERBEDAAN KADAR HAEMOGLOBIN DAN LINGKAR LENGAN ATAS PADA IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN BISKUIT DAUN KELOR DI WILAYAH KERJA PKM SINORANG KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH

XML

Latar belakang : konsumsi daun kelor (Biskuit Kelor) merupakan salah satu alternatif
untuk menanggulangi kasus kekurangan gizi di indonesia. Hasil riset ilmiah modern
membuktikan bahwa daun kelor bisa menjadi sumber zat gizi untuk semua kelompok
umur. Kandungan unsur gizi dalam daun kelor sangat tinggi dan dibutuhkan oleh ibu
hamil, kandungan vitamin C Biskuit Kelor 7 kali lebih banyak dibanding vitamin C
dalam buah jeruk, kandungan zat besi nya 3 kali lebih banyak dari daun bayam, dan 2
kali protein yang terdapat dalam yoghurt

Tujuan : Perbedaan kadar haemoglobin dan lingkar lengan atas pada ibu hamil
melalui pemberian biskuit daun kelor di wilayah kerja Puskesmas Sinorang Kabupaten
Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

Subjek dan Metode : Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui perbedaan
kadar haemoglobin dan lingkar lengan atas pada ibu hamil melalui pemberian biskuit
daun kelor di wilayah kerja Puskesmas Sinorang Kabupaten Banggai Provinsi
Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain
RCT Populasi penelitian adalah 70 ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Sinorang
Kabupaten Banggai dibagi dalam dua kelompok 35 responden pada kelompok kontrol
35 responden pada kelompok intervensi, teknik pengambilan sampel menggunakan
proporsive sampling. Variabel bebas adalah Pemberian Biskuit Kelor, variabel
terikatnya Kadar Haemoglobin (Hb) dan ukuran LILA Analisis statistik pair t-tes dan
wilcoxon untuk mengukur hubungan antar variabel

Hasil : Hasil penelitian ditemukan rerata peningkatan kadar Hb kelompok perlakuan
sebesar 0,74 gr% dengan nilai p-value<0,05. Rerata peningkatan ukuran LILA
kelompok perlakuan 2,25 cm dengan nilai p-value kurang dari α = 0,05. Peningkatan
rerata asupan energi tertinggi ditemukan pada kelompok intervensi dengan rerata
peningkatan 174,51 kkal. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian biskuit
kelor dengan peningkatan kadar Hb, ukuran LILA pada ibu hamil di wilayah kerja
Puskesmas Sinorang Kabupaten Banggai.

Kesimpulan : Persoalaan status gizi pada ibu hamil seperti anemia relatif sering terjadi
pada saat kehamilan dikarenakan ibu hamil mengalami hemodelusi (pengenceran)
dengan peningkatan volume 30% sampai 40% yang puncaknya pada kehamilan 32
sampai 34 minggu. Pemberian cemilan berupa biskuit kelor menjadi alternatif
mengatasi persoalan gizi pada ibu hamil sangat disarankan.


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
NURSIDAH NUR - Personal Name
Student ID
19710021
Dosen Pembimbing
dr. Bima Suryantara, Sp.OG (K) - - Dosen Pembimbing 1
Dr. Jamaludin Sakung, S.Pd, MKes - - Dosen Pembimbing 1
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
15102
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
THE 21.MK.014 NUR p
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail