FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLAYEN I GUNUNGKIDUL

Detail Cantuman

Text

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLAYEN I GUNUNGKIDUL

XML

Latar Belakang : Stunting adalah kondisi di mana panjang atau tinggi badan anak berada
di bawah -2 standar deviasi (SD) dari kurva pertumbuhan WHO. Banyak faktor yang
mempengaruhi kejadian stunting, seperti usia ibu saat hamil, pola makan anak, perilaku
ibu dalam pemberian makan anak, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, peran
keluarga, dan sanitasi lingkungan. Belum ada penelitian yang dilakukan dengan faktor
faktor tersebut di wilayah kerja Puskesmas Playen 1, sehingga peneliti melakukan
penelitian di wilayah tersebut.
Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting
pada balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Playen 1 Gunungkidul.
Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan desain cross sectional.
Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Jumlah sampel sebanyak 103 responden.
Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pola makan anak, perilaku ibu dalam
pemberian makan anak, sanitasi lingkungan, dan peran keluarga. Analisa data
menggunakan uji Spearman rho, uji Chi-square, dan uji Pearson.
Hasil : Angka kejadian stunting sebanyak 24,3%. sebagian responden memiliki
pendidikan SLTA (54,4%). Lebih dari setengah responden tidak bekerja sebanyak 67%.
Sebagian responden memiliki status ekonomi yang rendah (58,3%). Sebagian besar peran
keluarga berkategori sedang (88,3%). Lebih dari setengah responden memiliki sanitasi
lingkungan yang tidak sehat (55,3%). Ada hubungan pola makan anak (p= 0,000) ;
perilaku ibu dalam pemberian makan anak (p= 0,000) ; pendidikan ibu (p=0,013) ;
pekerjaan ibu (0,001) ; sanitasi lingkungan (p= 0,000) ; dan status ekonomi dengan
kejadian stunting (p= 0,011). Kemudian tidak ada hubungan usia ibu saat hamil
(p=0,368) ; dan peran keluarga (p=0,915) dengan kejadian stunting.
Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5
tahun antara lain pola makan anak, perilaku ibu dalam pemberian makan anak, sanitasi
lingkungan, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan status ekonomi. Perlu adanya penanganan
stunting melalui edukasi pada ibu , perbaikan gizi dan perbaikan sanitasi lingkungan.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
FERA ERLITA ADITYA - Personal Name
Student ID
20100047
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
14201
Edisi
Published
Departement
S1 KEPERAWATAN
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
24.IK.060 FER f
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail