PERBEDAAN INFORMASI ANATOMI CT-SCAN SINUS PARANASAL POTONGAN CORONAL DENGAN VARIASI KEMIRINGAN IRISAN PADA KASUS RHINOSINUSITIS

Detail Cantuman

Text

PERBEDAAN INFORMASI ANATOMI CT-SCAN SINUS PARANASAL POTONGAN CORONAL DENGAN VARIASI KEMIRINGAN IRISAN PADA KASUS RHINOSINUSITIS

XML

CT-Scan sinus paranasal merupakan pemeriksaan untuk mengkarakterisasi penyakit sinus
paranasal beserta luasnya, dapat menggambarkan keterlibatan tulang dari penyakit ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan informasi anatomi CT
Scan Sinus paranasal pada potongan coronal dengan reformat variasi kemiringan irisan
pada kasus rhinosinusitis serta untuk mengetahui variasi kemiringan irisan mana yang
paling tepat untuk mengahasilkan anatomi yang informatif pada CT-Scan sinus paranasal
dengan kasus Rhinosinusitis. Jenis penelitian yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini
adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental tentang perbedaan
informasi anatomi CT-Scan sinus paranasal pada potongan coronal dengan variasi
kemiringan irisan pada kasus rhinosinusitis. Hasil penelitian ini menjelaskan dari ketiga
kemiringan irisan terdapat perbedaan antara lain Orbital Meatal Line, maxillary ostium
tervisualisasi paling baik dibandingkan dengan dua radiograf lainnya, Pada kemiringan
irisan Orbital Meatal Line juga terlihat infraorbital nerve tidak tervisualisasi atau
tervisualisasi paling buruk dibandingkan dengan dua radiograf lainnya. Infra Orbital
Meatal Line, ethmoid air cells terlihat paling simetris dibandingkan dengan dua radiograf
lainnya. Sedangkan pada kemiringan irisan hard pallatum, Orbital terlihat paling besar
dibandingkan dengan dua radiograf lainnya, Orbital tervisualiasi paling baik dibandingkan
dengan dua radiograf lainnya, Terlihat posterior part of crista galli diantara kedua
ethmoidal air cells, Terlihat ethmoidal air cells mengalami elongation seperti memanjang
diatas orbital. Variasi kemiringan irisan paling tepat untuk menghasilkan anatomi yang
informatif pada CT-Scan sinus paranasal dengan kasus Rhinosinusitis adalah hard pallatum
karena mempunyai nilai rata-rata yang paling tinggi diantara kemiringan lainnya, dengan
nilai 108.


Detail Information

Item Type
Karya Tulis Ilmiah
Penulis
TOMI SUSWANTO - Personal Name
Student ID
21500008
Dosen Pembimbing
Sarika Setya Putri, S,Tr.Kes (Rad)., M.Eng - - Dosen Pembimbing 1
Siti Arifah, S.Kep., M.Kes - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
11402
Edisi
Published
Departement
D3 RADIOLOGI
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES Guna Bangsa Yogyakarta : Perpustakaan Guna Bangsa.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
24.TR.027 TOM p
Copyright
STIKES Guna Bangsa
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail